News Ticker

Latest Posts

Bupati Mengajak Keluarga Besar Parna Bersama Pemerintah Membangun Kabupaten Simalungun

- Senin, 09 Februari 2015 No Comments
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM mengajak keluarga besar parna untuk bersama-sama dengan pemerintah membangun Kabupaten Simalungun kedepan agar lebih maju, makmur, sejahtera dan bermartabat.

"Ini merupakan sejarah bagi Kabupaten Simalungun, dimana perngurus parna telah terbentuk dan telah dilantik mulai dari kabupaten sampai ke nagori (desa). Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Simalungun agar lebih maju, makmur, sejahtera dan bermartabat," ajak Bupati.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Simalungun dihadapan puluhan ribu keluarga besar Parna Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar, dalam sambutannya pada acara syukuran awal tahun Parna dan pelantikan pengurus Parna Kabupaten Simalungun periode 2015 - 2018, bertempat di Stadion Mini Radjamin Purba, Kecamatan Siantar, Sabtu 31/01/2015.

Dalam sambutan itu, Bupati juga menyampaikan berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemkab bersama DPRD Simalungun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diantaranya bidang kesehatan, peningkatakan kesejahteraan aparatur penyelenggara pemerintah mulai dari tingkat Kabupaten sampai tingkat nagori, perbaikan sarana pendidikan dan infrastruktur jalan. Hal tersebut dapat dilakukan atas dukungan do̢۪a dari masyarakat, melalui anggaran APBD Kabupaten Simalungun yang setiap tahun meningkat dan di tahun 2015 mencapai hampir Rp. 2 trilyun.

"Pemkab Simalungun akan terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat, melalui anggaran yang ada Pemkab bersama DPRD Simalungun telah melaksanakan program-program pembangunan di daerah ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti anggaran insfrastruktur jalan kita terus berupaya meningkatkannya, sehingga jalan-jalan baik di nagori-nagori dapat dilalui,"tutur Bupati.

Di kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa Ibukota Kabupaten Simalungun yakni kota Pamatang Raya telah terbentuk dan sudah dikenal oleh masyarakat baik di daerah ini maupun di luar Kabupaten Simalungun. "Kita harus bangga, karena Parna telah mengambil bagian membangun Kabupaten Simalungun dalam memberikan palayanan kepada masyarakat. Sekarang Simalungun telah dikenal banyak orang,"kata Bupati.

Diakhir sambutannya itu, Bupati mengatakan bahwa acara yang dilaksanakan oleh keluarga besar Parna agar dijadikan sarana silahturrahmi untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam membangun Kabupaten Simalungun kedepan menjadi lebih baik.

Sebelumnya, kedatangan Bupati Simalungun yang didampingi oleh Ny Erunita JR Saragih dan putrinya diacara syukuran tersebut didambut dengan tari pedang/tor-tor Manatas Nambur yang dilanjutkan dengan tor-tor sombah. Acara tersebut juga diawali dengan upacara nasional yang ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan dilanjutkan dengan hening cipta yang dipimpin oleh Bupati Simalungun, kemudian menynyikan mars Parna.

Sementara itu pelantikan pengurus Parna Kabupaten Simalungun, Kecamatan dan Nagori serta Gerakan Muda Parna (Gempar) dipandu oleh utusan lima Puak yakni Simalungun, Toba, Mandailing, Pak-pak dan Karo. Dewan pengurus Parsadaan Pinoppar ni Raja Naiambaton Anak, Boru, Bere dan Ibebere Kabupaten Simalungun periode 2015 – 2018 terdiri dewan penaset: Ketua DR JR Saragih SH MM, Anggota terdiri dari Karense Simbolon (mewakili Puak Toba), Jawarmen Saragih (mewakili Puak Simalungun), Pisman Tumanggor SPd (mewakili Puak Pak-pak), Pahrudin Dalimunte (mewakili Puak Mandailing) dan N Yos Barus (mewakili Puak Karo). Dewan pengurus kolektif terdiri dari Ketua Drs Garinsen Saragih, Ketua Pelaksana Harian Oktavianus Rumahorbo, Sekretaris Timbul Siallagan SH dan Lindung Samosir, Bendahara Darwan Saragih dan Piliaman Simarmata serta dilengkapi dengan seksi-seksi.

Pelantikan pengurus Parna tersebut ditandai dengan penyerahan Patakan Raja Naiambaton kepada Ketua Dewan Pengurus Kolaktif Drs Garinsen Saragih, selanjutnya pataka tersebut di kelilingkan untuk dipengang oleg pengurus Parna Kecamatan, Nagori dan Gempar.

Ketua Panitia Oktavianus Rumahorbo dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran keluarga besar Raja Naiambaton yang berasal dari kecamatan dan pelosok nagori serta dari Kota Pematangsiantar. "Ini membuktikan adanya mengalir darah yang sama ditubuh kita masing-masing yaitu darah Raja Naiambaton,"ujarnya.

Diselah-sela itu acara tersebut, tokoh ada bersama tokoh masyarakat kota Parapat menyematkan pakaian adat toba dan Tukkot Tunggal Panaluan kepada Bupati Simalungun dan Istri. Dikesempatan ini bere dari parna menyampaikan bahwa mereka siap untuk mendukung program-program pembangunan yang di laksanakan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM.

Acara tersebut juga di hibur oleh artis-artis ibu kota seperti Judika Sihotang, Rani Simbolon, Dorman Manik, Marsada Band, Trio Axidos dan artis pendukung lainnya serta pencabutan undian lucky drow yang berhadiah diantaranya speda motor, TV, dispenser dan banyak hadiah menarik lainnya. Tampak hadir dikesempatan itu antara lain, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Anggota DPRD, Sekda, Staf Ahli Bupati, Para pimpinan SKPD, Camat dan Para Pangulu, Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan puluhan ribu masyarakat dari kecamatan se-Kabupaten Simalungun.

Dua Tokoh Nasional Apresiasi Kinerja Bupati DR JR Saragih SH MM

- Jumat, 06 Februari 2015 No Comments

Perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun Ke-181 Meriah

Dua Tokoh Nasional Apresiasi Kinerja Bupati DR JR Saragih SH MM


Simalungun (SIB) - Tokoh Nasional Letjend TNI Purn TB Silalahi mengapresiasi kemajuan Kabupaten Simalungun dan mengaku bangga terhadap Bupati DR JR Saragih yang dinilai berhasil melakukan pembangunan. Dinilai pula bahwa Kabupaten Simalungun merupakan salah satu kabupaten tertua di Indonesia yang telah banyak melahirkan putra-putri terbaik.

“Dia (JR) ini adik saya. Dulu waktu saya menteri, dia masih pangkat mayor. Dia potensial menjadi jenderal tetapi lebih memilih untuk mengabdi kepada rakyat dan rela kembali ke kampung halaman untuk memajukan daerahnya. Saya bangga kepada adik saya ini,” kata TB Silalahi yang juga utusan khusus Presiden RI saat perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-181 di Pamatangraya, Senin (24/3/2014).

Hadir mengikuti acara di antaranya, Mantan Menteri Pertanian RI Prof DR Ir Bungaran Saragih MSc, Wagubsu Tengku Erry Nuradi mewakili Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Istu Hari S SE MM, Forum Komunikasi Daerah Simalungun, Dirut PTPN IV Erwin Nasution, dan Komisaris PTPN IV Anton Saragih.    

Mantan Menteri Bungaran Saragih yang juga tokoh nasional kemudian memberikan penjelasan soal perkembangan pembangunan Kabupaten Simalungun lewat refleksi sejarah masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Dahulu, Kabupaten Simalungun dianggap jauh terbelakang dan sekarang sudah semakin maju. Namun dinilai masih perlu peningkatan pembangunan melalui kerjasama antara masyarakat dan pemerintah.

Menurut observasinya, selama ini, pembangunan di Kabupaten Simalungun lebih banyak hasil inisiatif pemerintah baik Pemkab Simalungun, Pemprovsu maupun pusat. Untuk itu diperlukan inisiatif masyarakat yang bekerjasama dengan pemerintah guna mematangkan pembangunan.

Kemudian, Kabupaten Simalungun yang dihuni beragam suku dan agama mencerminkan kebersamaan. Bungaran mengatakan Kabupaten Simalungun adalah Indonesia kecil, semua etnis ada namun tidak pernah terjadi konflik. Kebersamaan diminta supaya dipelihara.

Sementara itu Tengku Erry Nuradi memaparkan 3 isu dunia yang berkembang sekarang ini yaitu isu pangan, energi dan lingkungan hidup. Ketiga isu ini ada di Kabupaten Simalungun.

“Bumi Habonaron do Bona” sebagai penyumbang atau surplus beras dianggap pendukung ketersediaan pangan khususnya di Sumatera Utara. Kemudian banyak potensi alam di Simalungun yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi seperti air terjun dan sungai. Jika potensi alam itu dikembangkan semisal untuk energi listrik diyakini akan  membantu kebutuhan energi di Sumut.

Wagubsu juga mengajak seluruh elemen agar menjaga kelestarian lingkungan hidup. Banyak objek wisata di Simalungun yang perlu dijaga lingkungan hidupnya seperti Parapat di pinggiran Danau Toba.

Bupati JR Saragih mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Simalungun. Kedatangannya ke Simalungun untuk memberikan pelayanan tanpa membedakan suku maupun agama.

JR komit memperjuangkan pemekaran Kabupaten Simalungun menjadi 2. Ia menjelaskan, proses pemekaran tinggal menunggu putusan DPR RI dan surat dari presiden telah dikirim ke DPR RI.


SUMBER : http://hariansib.co/

Bupati Simalungun di PENSI GKPS Denpasar 2011

- No Comments

BUPATI SIMALUNGUN DR.JR.SARAGIH.SH.MM

- No Comments

JR Saragih: Membangun Ala 'Anak Terminal'

- No Comments

JR Saragih: Membangun Ala 'Anak Terminal'

Dari pecat anak buah, sampai bangun rumah sakit.
Pernah bertugas di Korps Polisi Militer membuat gaya kepemimpinan JR keras dan disiplin.
Senin, 19 Desember 2011 menjadi hari tak terlupakan bagi 109 pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. "Hanya" gara-gara tak ikut upacara Hari Kesadaran Nasional, mereka kehilangan pekerjaan, alias dicopot dari jabatan masing-masing.
Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih marah besar hari itu, lantaran anak buahnya tak disiplin. Dia bekas militer, tentu gerah melihat disiplin pegawai negeri sipil (PNS) yang rendah. "Padahal itu adalah hari kesadaran nasional. Seharusnya mereka terlebih dahulu harus menyadarkan dirinya," kata bupati yang biasa disapa JR ini dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu 24 Oktober 2012. Pria kelahiran 10 November 1968 itu masih belum bisa menyembunyikan rasa kesalnya.
Tak hanya 109 PNS saja yang jadi sasaran disiplin sang Bupati. Dua hari sebelumnya, 17 Desember 2011, JR juga mencopot Kepala Dinas Kesehatan Simalungun, Saberina Tarigan. Simalungun sempat geger dengan berbagai pencopotan ini. JR beralasan, Kadinkes tak datang saat dia panggil rapat karena sedang berada di Medan. "Pejabat eselon II itu tidak boleh meninggalkan daerahnya tanpa sepengetahuan bupati."
Tanpa tedeng aling, JR pun pernah mencopot Kepala RSUD Raya gara-gara keluhan masyarakat. "Saya pun sidak pagi-pagi, rumah sakit tidak terurus, atap-atap bocor dibiarkan. Seharusnya rumah sakit itu bersih," kata dia seraya menambahkan bahwa dirinya sangat peduli pada kesehatan.
Tapi, amarah JR kepada 109 PNS yang bolos upacara tak lama. Berselang sehari, dia memanggil kembali anak buahnya itu bekerja. Sebagai hadiah Lebaran. "Sekaligus peringatan kepada para pejabat agar memberikan contoh yang baik. Dan kalau itu berulang lagi, pencopotan jabatan pasti akan mereka terima."
Tak heran jika gaya kepemimpinan JR keras dan disiplin. Dia pernah bertugas di Korps Polisi Militer, komandan sub Detasemen Polisi Militer, komandan Detasemen Polisi Militer. Bahkan, dia pernah bergabung sebagai salah satu personel pengamanan presiden.
Selain dunia militer, masa kecil suami Erunita Tarigan Girsang ini pun turut membentuk karakter JR yang tangguh dan keras.  Tak seperti bocah kebanyakan, dia harus berjibaku untuk membiayai sekolahnya sendiri.
Ayahnya, R Saragih, meninggal saat dia baru berusia satu tahun. Sang Ibu lalu menitipkan JR di rumah nenek di Desa Hapoltakan Pematang Raya karena perekonomian yang morat marit. Sejak SD, JR membantu neneknya memetik kopi di ladang. Tapi, duka kembali menggelayut. Sang Nenek juga meninggal. JR kembali ke rumah ibunya, N boru Sembiring Meliala, di Tanah Karo.
Karena ekonomi tak memungkinkan, JR terpaksa berhenti sekolah saat duduk di kelas 6. Tak mau lama-lama dirundung sedih, JR memutuskan merantau ke Pematang Siantar. Di sana JR melakoni pekerjaan apapun untuk mendapat uang.
Dia menjadi tukang semir sepatu di terminal, dan juga tukang bersih-bersih bus antar kota. Dua tahun JR harus membanting tulang dengan pekerjaannya itu.
Dia kembali ke bangku sekolah setelah seorang supir menyarankannya sekolah.

Dia berhasil menyelesaikan sekolahnya hingga SMP sambil bekerja memperbaiki alat-alat elektronik dan beternak ayam. Sampai di situ, penderitaan rupanya belum mau melepas JR.
Dia kesulitan membayar uang sekolah untuk melanjut ke SMA. JR kembali merantau. Kali ini, tujuan rantauannya jauh dari kampung halaman, Jakarta. Di Ibukota, JR bekerja sebagai penggali pasir. Dari uang itu, dia bisa mendaftar ke SMA swasta Iklas Prasasti di Kemayoran. Saat bersekolah di SMA ini lah hidup JR menemui titik balik.
Sambil bersekolah, JR mendapat tawaran bekerja paruh waktu di pusat Primer Koperasi Mabes TNI AD di Jakarta. Keuletan dan kegigihan JR mencari uang untuk sekolah mendapat simpatik dari petinggi angkatan TNI AD. JR pun diberikan kesempatan mengikuti tes masuk Akademi Militer, dan berhasil.
Minder lihat baju dinas
Di luar disiplin ala militernya dalam memimpin Simalungun, ada satu kebiasaan JR yang sudah diketahui warga. Dia kerap blusukan ke daerah-daerah dengan sepeda motor trail miliknya, tanpa pengawalan. Mengenakan baju kaus biasa, JR juga sering terlihat nongkrong di warung-warung kopi.

"JR itu sosok nyentrik. Dia sering ke warung kopi untuk membaur dengan warga," kata Enrico, penggiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia. Sekilas, kata dia, perjalanan dengan motor ke kampung-kampung itu terlihat seperti pencitraan. "Tapi, tidak. Dia memang begitu. Langsung turun untuk bertanya kebutuhan warganya itu apa," imbuhnya.
Saat ditanya soal kebiasaannya itu, JR punya alasan sendiri. Sebelum dirinya menjabat sebagai bupati, menurut JR, jalanan di Simalungun sudah kacau, terutama di pedalaman. Masih banyak yang belum diaspal. "Ada yang sampai tak bisa dilalui. Itulah kenapa saya lebih senang pakai motor trail. Kalau pakai mobil nanti susah sendiri karena sebagian jalanan di dalam tidak bisa dilalui mobil," kata JR.
Soal kaus olahraga saat kunjungan kerja? "Kalau pakai dinas saya terlalu kaku. Dari pengalaman, masyarakat merasa minder melihat baju dinas pejabat yang hadir di kampungnya," kata JR. Seolah-olah, imbuhnya, pejabat itu orang hebat.
Padahal, dia datang justru mau jadi tempat curhat warga. Dengan kaus biasa, tak hanya warga, staf pun tak canggung lagi. "Inilah yang saya inginkan. Jadi mereka bisa lebih terbuka dan merasa bersahabat dengan saya. Tentunya kerjasama lebih berguna." Warga pun lebih berani mengajaknya duduk di warung kopi jika tak mengenakan baju dinas.
Mengenai prioritas pembenahan, JR punya dua hal: kesehatan dan pendidikan. Dua bidang ini, menurut JR, adalah hal paling penting dalam kehidupan. "Sekolah tinggi kalau tak sehat juga susah. Begitu juga sebaliknya. Nah, keduanya ini harus menjadi nomor 1 di Simalungun," kata dia.
Beberapa sekolah, kata dia, sudah dibangun sehingga menambah tempat bagi generasi muda menimba ilmu. Dia berharap pembangunan pendidikan ini terus berkembang sebab pendidikan adalah salah satu cara memajukan bangsa. Hal ini diakui Enrico. "Basic dia kesehatan. Awalnya, dia punya rumah sakit. Jadi dia lebih dominan kesehatan. Tapi, pendidikan pun jalan, terbukti bertambahnya sekolah di Simalungun," jelas Enrico.
Selanjutnya, prioritas JR adalah infrastruktur. "Perlahan, Kota Raya sudah berkembang menjadi kota baru. Padahal dulu, kota ini seperti kota mati. Meskipun sudah menjadi kabupaten Simalungun," imbuhnya. Indikasi kota mati, kata dia, orang susah cari penginapan, warnet, dan layanan publik lainnya.
Jalanan pun, menurutnya, sudah kian lebar. Investor pun mulai melirik Raya, di luar Siantar untuk berinvestasi. "Landasan pacu pun sudah ada di Raya," kata dia. Penerbangan pertama dari landasan pacu itu terjadi pada 2011 lalu. Tapi, dia akui memang masih kurang investor. "Susi Air sering berkunjung ke sini."
Di sektor pertanian, JR belum bisa berjanji muluk-muluk. Paling tidak, kata dia, Simalungun tidak perlu mengimpor beras dari luar. Simalungun, kata dia, merupakan daerah pertanian sehingga padi pun jadi andalan wilayah yang dia pimpin.
Bupati Simalungun sejak 28 Agustus 2010 itu juga pernah mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena berhasil meningkatkan produksi padi pada 2011 lalu. Penghargaan ini diberikan melalui Menteri Pertanian Siswono MM di Jakarta. Dibandingkan 2009, Simalungun surplus produksi padi sebanyak 134.156 ton pada 2011.

Bupati Simalungun Janjikan Kuliah Gratis untuk Nias Barat

- Sabtu, 01 November 2014 No Comments
SIROMBU, NBC – Sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan sumber daya manusia di Kabupaten Nias Barat, Pemerintah Kabupaten Simalungun memberikan jaminan bebas biaya kuliah bagi pelajar di Nias Barat yang ingin melanjutkan studi di Universitas Efarina, Kabupaten Simalungun.
Hal ini diungkapkan oleh Bupati Simalungun JR Saragih saat menyampaikan sambutaannya pada acara penutupan acara PRPG di pantai Sirombu Kabupaten Nias Barat tanggal 8 November 2014 yang lalu.
“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan bahwa jika ada putra dan putri Nias Barat yang berkeinginan melanjutkan studinya di perguruan tinggi, maka saya janjikan gratis di Universitas Efarina Simalungun untuk Nias Barat sampai sarjana,”ujar JR Saragih.
Namun demikian, Saragih mengatakan, untuk biaya kontrakan rumah dan biaya makan, menjadi tanggungjawab calon mahasiswa. “Yang mampu kita gratiskan hanya biaya perkuliahan sampai selesai sarjana. Dan untuk biaya kontrakan rumah dan biaya makan calon mahasiswa, biarlah menjadi tanggungjawabnya ataupun orangtuanya,” tambahnya.
“Jika ada yang berkeinginan kuliah dan merasa kekurangan biaya dari orangtuanya, maka cukup datang saja ke Simalungun dan tunjukan KTP asal Nias Barat kepada pejabat setempat, dan selanjutnya registrasi dan bisa langsung kuliah,” terangnya.
Sangat Diapresiasi
Pemerintah Kabupaten Nias Barat sangat mengapreasi bantuan pendidikan yang dijanjikan Bupati Simalungun. Bupati Nias Barat melalui Asisten Bidang Kehumasan Kabupaten Nias Barat Simesono Hia mengatakan, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan oleh pelajar di Nias Barat.
“Dukungan pak Bupati Sumalungun untuk perkembangan sumber daya manusia di Kabupaten Nias Barat sangat kita hargai dan apresiasi. Itu adalah sebagai wujudu jiwa sosial seorang Bupati Sumalungun yang turut dirasakan warga Nias Barat. Untuk itu ini harus kita manfaatkan dan jangan kita sia-siakan karena memang Pemkab Nias Barat butuh dukungan seperti ini,”ujar Simesono.
Kata Simesono, Pemkab Nias Barat melalui Dinas Pendidikan akan melakukan sosialisasi terhadap sekolah-sekolah dan orangtua siswa, agar anak-anak usia sekolah yang duduk di kelas 3 SMA/SMK mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliah di Universitas Efarina Simalungun. Bagi yang berkeinginan bisa mengirimkan datanyake Dinas Pendidikan Nias Barat untuk didata dan difasilitasi ke pihak pihak universitas.
“Ini untuk seluruh putra-putri Nias Barat, dan tidak terbatas jumlah yang akan diterima. Namun, tentu nantinya Dinas Pendidikan akan melakukan berupa seleksi terhadap calon mahasiswa asal Nias Barat. Tujuannya adalah tentu kita mengharapkan siswa yang berprestasi,”tambahnya.
Simesono menghimbau, pelajar SMA/SMK Nias Barat mempersiapkan diri melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Universitas Efarina Simalungun, dan juga Simesono mengharapkan dukungan dari orangtua para siswa nantinya yang berkeinginan melanjutkan kuliah namun kekurangan biaya dari orangtua agar memotivasi anaknya untuk melanjutkan studinya. [FIR]
- See more at: http://www.nias-bangkit.com/2014/11/bupati-simalungun-janjikan-kuliah-gratis-untuk-nias-barat/#sthash.gLGcc6a1.dpuf

Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM Mendukung Sepenuhnya SR XVI PGI

- No Comments
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan Sidang Raya Persatuan Gereja Indonesia (PGI) ke-XVI yang akan dilaksanakan dari tanggal 11 sampai dengan 17 November 2014 di Gunung Sitoli,  Nias.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, akan mengirimkan para dokter dan tenaga medis dari Rumah Sakit Umum (RSU) Rondahaim Saragih Pamatang Raya dan Rumah Sakit (RS) Efarina Berastagi, satu unit helikopter guna menunjang kelancaran Sidang Raya, serta memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta.
Hal ini disampaikan JR Saragih ketika bertemu dengan panitia Sidang Raya PGII ke- XVI di Hotel Grand Mutiara Berastagi, Kabupaten Karo, Sabtu (13/9/2014). Dalam pertemuan tersebut, bupati juga menyarankan kepada panitia untuk menyurati pihak Kodam I/BB guna meminjam tenda untuk penampungan peserta, pelbet (tempat tidur) dan mobil truk untuk mobilisasi massa. “Saya juga juga akan datang untuk menghadiri sidang raya pemuda pada tanggal 5 – 8 November di Nias Barat,” ujarnya.
Sekretaris Panitia Sidang Raya PGI ke-XVI Drs Penyabar Nakhe menyampaikan, bahwa Sidang Raya PGI ini akan dihadiri lebih kurang 3.000 peserta berasal dari seluruh Indonesia. Sebelum pelaksanaan Sidang Raya PGI, panitia  akan mengadakan ramah tamah dengan seluruh kepala daerah di Sumatera Utara bertempat di Convention Hall Medan, dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober.
Sedangkan jadwal Sidang Raya PGI ke- XVI akan berlangsung dari tanggal 5 – 8 November yakni Sidang Raya Perempuan di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sidang Raya Pemuda tanggal 5 – 8 November di Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) dari tanggal 8 -10 November  di Hilimajiaya Kabupaten Nias Utara dan Sidang Raya PGI sekaligus pemilihan Ketua PGI akan berlangsung dari tanggal 11 – 17 November di Gunung Sitoli .
Dalam pertemuan tersebut, panitia juga mengundang kehadiran Bupati Simalungun hadir dalam acara pembukaan Sidang Raya PGI ke-XVI di Gunung Sitoli. (hetanews.com)

PDT Ditutup, Ribuan Pengunjung Padati Parapat

- Senin, 22 September 2014 No Comments
Parapat. Bupati Simalungun, JR Saragih menutup Pesta Danau Toba (PDT) tahun 2014 yang berlangsung sejak 18 s/d 20 September 2014 di Open Stage Kota Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sabtu (20/9).
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan seperti lomba mengukir (manguhir), lomba marjalekkat, pertandingan margalah, festival vocal solo, festival tari kreasi daerah, pertandingan volley pantai, festival gonrang keyboard, lomba memancing, lomba fotography, lomba renang dewasa, lomba renang anak-anak, lomba solu parsadasadaan (perorangan) dan lomba solu pardua-duaan. 
Selama digelarnya pelaksanaan PDT di Kabupaten Simalungun, juga diadakan eksebisi terbang layang, eksebisi sepeda gunung dan eksebisi tour Harley Davidson,  jet sky, drag race sepeda air, drag rice speed boat, drag race scooter, pagelaran malam pesona budaya multi etnis/nusantara, malam pesona budaya Simalungun.
Selain itu, setiap malam untuk memeriahkan PDT, yang dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah juga ditampilkan artis-artis papan atas, seperti Marsada Band, Naff Band, Kotak Band dan artis-artis Ibukota lainnya ditambah artis pendukung dari Kabupaten Simalungun. Semua jadwal kegiatan yang telah direncanakan berjalan dengan tertib, aman dan lancar.
Bupati Simalungun mengatakan, Pemkab Simalungun akan tetap melaksanakan PDT setiap tahunnya, hal tersebut bertujuan untuk melestarikan kebudayaan yang telah dilaksanakan oleh para orang-orang terdahulu.  
Disampaikan bupati, bahwa pelaksanaan PDT juga untuk meningkatkan arus kunjungan wisata di Kota Parapat. Bupati  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan untuk menyukseskan dan memeriahkan pelaksanaan PDT,secara khusus Bupati Batu Bara ,selain antusias mendukung PDT juga berbartisipasi menggelar malam kesenian Kabupaten Batu Bara.
Sebelumnya panitia telah memberikan hadian dan penghargaan kepada para pemenang perlombaan. Tampak hadir, Danrindam I BB, Danrem 022 PT, Dandim 0207 Simalungun, Danyonif 122 TS, mewakili Kapolres Simalungun, Anggota DPP RI Parlindunagn Purba, Anggota DPRD Simalungun, para pejabat di jajaran Kabupaten Simalungun dan perwakilan dari Kabupaten Batu Bara. (ama) 

SUMBER 
http://analisadaily.com/news/read/pdt-ditutup-ribuan-pengunjung-padati-parapat/66101/2014/09/22